Jumat, 22 April 2011

Berolahraga dapat mengurangi Resiko Amnesia

Apakah Amnesia itu
Amnesia merupakan suatu kondisi memori yang terganggu atau hilangnya memori. Penyebabnya bisa bersifat organik atau bersifat fungsional. Penyebab-penyebab Organik mencakup kerusakan pada otak, karena trauma atau penyakit, atau penggunaan obat-obatan tertentu (biasanya obat penenang). Penyebab fungsional adalah faktor psikologis, seperti pada saat terjadi mekanisme pertahanan ego.


Gejala Amnesia
Amnesia juga dapat terjadi secara spontan, seperti pada kasus transient global amnesia. Amnesia jenis ini lebih sering terjadi pada orang-orang setengah baya dan orang tua, khususnya laki-laki, dan biasanya berlangsung kurang dari 24 jam.

Penyebab fungsional adalah faktor psikologis, seperti pada saat terjadi mekanisme pertahanan ego. Amnesia juga dapat terjadi secara spontan, seperti pada kasus transient global amnesia. Amnesia jenis ini lebih sering terjadi pada orang-orang setengah baya dan orang tua, khususnya laki-laki dan biasanya berlangsung kurang dari 24 jam.

Berdasarkan pola gejalanya (bukan untuk menunjukkan penyebab tertentu atau etiologi), amnesia dapat dikategorikan menjadi

  • Retrograde amnesia
    ketidakmampuan memunculkan kembali ingatan masa lalu yang lebih dari peristiwa lupa biasa.

    ketidakmampuan untuk mengingat kejadian-kejadian sebelum terjadinya suatu insiden. Kebalikan dari itu adalah anterograde amnesia, yaitu ketidakmampuan untuk mengingat kejadian-kejadian setelah terjadinya trauma atau penyakit yang menyebabkan amnesia.

    Proses pembentukan ingatan merupakan proses yang kompleks dan masih belum banyak dimengerti. Ingatan atau memori merupakan hasil dari perubahan kimia atau struktural pada penyaluran sinyal yang terjadi antar sel saraf satu dan lainnya. Adanya perubahan tersebut mengakibatkan terbentuknya semacam “jalur” perambatan sinyal. Jalur ini disebut dengan memory traces. Sinyal dapat berjalan sepanjang memory traces tersebut menuju ke otak.

    Pertama-tama, memori disimpan sebagai memori jangka pendek. Memori jangka pendek adalah memori yang bertahan dalam hitungan detik sampai jam, seperti ketika kita mengingat nomor telepon. Memori jangka panjang bisa bertahan dalam hitungan hari, tahun, bahkan seumur hidup.

    Proses perubahan memori jangka pendek dan jangka panjang disebut proses konsolidasi. Pada proses tersebut, memori jangka pendek mengalami perangsangan berulang-ulang sehingga terjadi perubahan yang lebih permanen pada sel saraf. Proses tersebut diduga terjadi pada bagian temporal otak yang disebut hipokampus. Amnesia retrograde biasanya terjadi setelah insiden yang mengganggu aktivitas listrik otak, misalnya karena stroke atau benturan pada kepala. Pada saat itu, memori jangka pendek terganggu sehingga orang tersebut tidak dapat mengingat kejadian beberapa jam sebelum insiden tersebut. Trauma yang lebih parah dapat pula mengganggu memori jangka panjang.
  • Anterograde amnesia
    kejadian baru dalam ingatan jangka pendek tidak ditransfer ke ingatan jangka panjang yang permanen. Penderitanya tidak akan bisa mengingat apapun yang terjadi setelah munculnya amnesia ini walaupun baru berlalu sesaat.

    Pada amnesia anterograde, yang terjadi adalah ketidakmampuan menyimpan memori pada penyimpanan jangka panjang untuk kemudian dikeluarkan kembali. Biasanya amnesia ini terkait dengan kerusakan pada bagian temporal otak yang bertanggung jawab untuk konsolidasi. Orang yang menderita amnesia tipe ini dapat mengingat apa yang mereka pelajari sebelum terjadinya amnesia, tapi mereka tidak dapat menyimpan memori baru yang permanen. Di samping itu, pada kasus-kasus amnesia, memori yang menyangkut kemampuan-kemampuan yang dipelajari seperti kemampuan bahasa, berolahraga, berhitung, termasuk identitas diri tidak akan hilang kecuali pada kasus transient global amnesia yang jarang sekali terjadi. Jadi, jangan mudah percaya jika pada film yang Anda tonton sang tokoh mengalami amnesia sampai lupa identitas dirinya.
Kedua kategori amnesia tersebut dapat muncul bersamaan pada pasien yang sama. Contohnya seperti pada pengendara sepeda motor yang tidak mengingat akan pergi kemana dia sebelum tabrakan (retrograde amnesia), juga melupakan tentang kejadian di rumah sakit dua hari setelahnya (anterograde amnesia).

Kedua kategori amnesia tersebut dapat terjadi secara bersama pada pasien yang sama, dan biasanya sebagai akibat dari pengaruh obat atau kerusakan pada daerah otak yang paling dekat hubungannya dengan episodik atau deklaratif memori, khususnya hipocampus.




Akibat yg ditimbulkan

Efek amnesia dapat berlangsung lama meski kondisi amnesia tersebut telah berlalu. Banyak penderita amnesia menyatakan bahwa amnesia berubah dari kondisi neurologist ke kondisi psikologis, di mana pasien kehilangan kepercayaan diri dan keyakinan pada kenangan atau memori mereka sendiri dan hal dari peristiwa masa lalunya.

Penderita amnesia mudah dikenali. Ia tidak mampu mempelajari hal-hal baru atau mengingat hal-hal sebelumnya. Tanda yang lain, penderita mengalami hambatan pada fungsi sosial dan pekerjaan. Meski demikian, pemeriksaan medis lebih akurat untuk mengetahui penderita mengalami amnesia atau gangguan otak lain.

Dampak lain dari amnesia adalah ketidakmampuan membayangkan masa depan. Penelitian terakhir yang dipublikasikan dalam jaringan di Proceedings of the National Academy of Sciences menunjukkan bahwa amnesia dengan kerusakan pada hippocampus tidak dapat membayangkan masa depan. Hal ini terjadi karena bila seorang yang normal membayangkan masa depan, mereka menggunakan pengalaman masa lalu untuk mengkonstruksi skenario yang mungkin dihadapi. Sebagai contoh, seseorang yang mencoba membayangkan apa yang akan terjadi dalam pesta yang hendak didatanginya akan menggunakan pengalaman pesta sebelumnya untuk membantu mengkonstruksi kejadian di masa depan.




Penanggulngan

Penanganan pada penderita amnesia dapat dilakukan dengan pendekatan suportif. Pendekatan berupa mendekatkan hal-hal yang berkaitan baik waktu dan tempat yang pernah atau sedang dialami penderita.

  • Terapi
    Menurut Ketua Ikatan dokter Indonesia (IDI) Kota Bandarlampung dr. Boy Zaghlul Zaini D.K., untuk penanganannya, amnesia biasanya dapat disembuhkan dengan cara terapi atau pendekatan suportif. Yakni dengan mendekatkan hal-hal yang berkaitan, baik waktu dan tempat, yang pernah atau sedang dialami penderita.
  • Obat
    Ditambah dengan meminum obat untuk mengaktifkan kembali sel-sel saraf pusat otak yang rusak. Seperti obat Neuro Protektor, Ceredral Aktifator, dan Neurotropik. "Penderita juga harus mengonsumsi multivitamin dan menjaganya agar tidak mengalami trauma yang kedua,"
  • Olahraga
    Tak ada lagi alasan untuk malas berolahraga. Karena selain membuat tubuh lebih bugar dan sehat, olahraga juga diyakini mampu meningkatkan kemampuan otak. Studi mutakhir yang dilakukan ilmuwan dari Amerika Serikat yang dirilis Decha Care menyatakan, olahraga bisa membantu pembentukan sel-sel baru di daerah otak yang berkaitan dengan kemampuan mengingat.


    Olahraga juga dipercaya mampu mengurangi risiko amnesia, yaitu suatu kondisi memori yang terganggu atau hilangnya memori. Amnesia dapat bersifat organik atau fungsional. Penyebab-penyebab organik mencakup kerusakan pada otak, karena trauma atau penyakit. Bisa juga dipengaruhi penggunaan obat-obatan tertentu (biasanya obat penenang).
Orang-orang yang menderita amnesia biasanya akan pulih seiring berjalannya waktu. Selama proses pemulihan, mereka biasanya mengingat memori yang sudah lebih lama disimpan, lalu baru mengingat memori yang lebih baru terjadi, sampai seluruh memori yang hilang pulih. Akan tetapi, memori yang terjadi sekitar waktu terjadinya amnesia terkadang tidak pernah pulih. Untuk mempercepat pemulihan amnesia, biasanya diberikan terapi atau obat-obatan yang meningkatkan fungsi otak. Di luar terapi dan obat-obatan, cara yang paling ampuh adalah menyediakan kondisi yang memberi rasa aman bagi penderita.

jadi, biasakanlah berolahraga mulai dari sekarang 



sumber: http://www.kaskus.us 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar